Sabtu, 31 Januari 2015

Pendahulan

Judul di atas adalah sebuah tulisan yang hampir seluruh orang Indonesia dapat membacanya, tanpa terkait dengan agama tertentu. Bismillahirahmanirrahim, dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Sebuah kalimat yang memiliki bermacam keutamaan, dan merupakan kalimat yang dilafalkan saat seorang muslim memulai sebuah kegiatan, seperti yang saya lakukan saat saya memulai menuliskan fragmen-fragmen kisah hidup manusia ini.
Tulisan ini tidak membahas lebih jauh mengenai keutamaan dari kalimat bismillah, karena tulisan-tulisan yang ada di blog ini, tidak dikhususkan untuk golongan tertentu. Siapapun boleh membaca, siapapun boleh berkomentar. Semua tulisan di blog ini hanya sebuah cerita, fragmen kecil dari sebuah kehidupan manusia. Bismillahirahmanirahim, merupakan permulaan yang bercerita tentang rahman dan rahim dari Sang pencipta kisah kehidupan, dan saya di sini, hanya memotret, menyusun dan merangkai fragmen-fragmen kisah hidup tersebut menjadi sebuah karya sastra modern, yang disebut dengan Cerita Pendek (Cerpen), meski sejujurnya saya sendiri belum yakin tulisan-tulisan saya tersebut, layak di sebut sebagai karya sastra, Cerpen.
Beberapa tulisan-tulisan tersebut telah saya susun pada tahun-tahun yang sudah lampau, dandapat baru saya publikasikan. Sebagian merupakan kisah hidup yang saya alami sendiri, dan sebagain lagi merupakan pengamatan dari kisah yang terjadi di sekitar saya, entah itu kisah dari seorang teman, saudara, atau mungkin kisah dari alam imajinasi saya.
Ada makna dari sebuah cerita, apapun itu, hanya yang membaca saja yang dapat mengerti dan memahami. Seorang penulis hanya menyusun dan menyajikan, sedang pembaca memiliki pemaknaan yang berbeda-beda. Semoga tulisan-tulisan ini bermafaat bagi yang menyempatkan untuk membacanya. Mungkin hanya sekedar mengisi waktu luang, atau mungkin juga sebagai bahan perenungan.
pilihlah kategori cerpen disamping kanan ,terima kasih atas kunjungan anda

Marbhike, Ular Putih Pemberani

Pada zaman dahulu, di sebuah Kerajaan di daerah pesisir pantai Pasar Bawah Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu. Hiduplah sepasang Raja dan Ratu. Sang Raja bernama Soeparau, sedangkan Sang Ratu bernama Dini Terira.

Space Guardian

Pada tahun 2050 dimana teknologi sudah semakin maju. Reno adalah seorang pelajar SMA. Di pagi hari yang cerah, Reno terbangun dari tempat tidurnya. Kamarnya terlihat sangat berantakan. Di lihatnya ada benda-benda aneh yang sepertinya bukan berasal dari bumi ini.

Jumat, 30 Januari 2015

Blizzaphyr dan Masa Lalu

“Jadikan tombak ini sebagai bagian dari hidupmu…”
Itulah kata kata terakhir yang aku dengar darinya. Kata kata perpisahan yang tidak pernah kusadari. Mengingat kesempatan yang aku lewatkan dengannya setelah dia mengucapkan kata kata itu

Emily dan 7 Berlian Ungu

Sudah 4 hari Holly dan kedua adiknya, Lizzie dan Bishop berlibur di rumah paman Aldwin di kota JuemprTown. Kota itu terletak di ujung Provinsi Houldshiz. Mereka berlibur disana karena orangtua mereka sedang pergi ke kota Shopdesnv.

Gadis Pantai Berkarang

Ku bergelantungan di antara mentari dan rembulan. Mega merah seakan merangkulku erat-erat, sepertinya ia tak mau kehilangan sahabatnya lagi. Hanya desiran ombak dan hembusan angin kecil yang membuatku tentram.

Rahasia Pak Remon

Sebuah kelas yang berisi 38 murid itu kini hening. Murid-muridnya sedang keluar kelas untuk praktek IPA di halaman sekolah yang penuh dengan aneka tumbuh-tumbuhan bermanfaat. Tapi kali ini mereka

Lupakan Dia Tuk Selamanya

Semenjak kedatangan anak baru di kelas sebelah, dia berubah. dulunya dia baik dan ramah kini hilang, yang ada hanya egois dan emosi. entah apa yang membuat dia berubah, kata-katanya mulai kasar, jutek dan suka mengatur orang lain.

Surat Cinta Untuk Denis

“Dik, lo serius beneran gak tau siapa yang selalu naruh surat ini di meja gue” Tanya Denis menunjukkan sepucuk surat berwarna pink padaku.
“Yaelah bro… Serius dah… ngapain juga gue bohong” sahutku melirik ke arah Rahmi.

Terima Kasih Usahamu dan Senja Itu Menyatukan Takdirku

Telat. Telat. Telat. Hanya kata itu yang sekarang terngiang di otakku dan memenuhi pikiranku. Panik. Pagi ini aku bangun kesiangan.
“Pagi Ooom, Tanteee, Abang.” Sapaku cepat sambil menuruni anak tangga dan berlari kecil menghampiri mereka.